Menanti pemenang dua perang saudara di semifinal

Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto_PBSI

Indonesia mengamankan dua tempat pada partai final Indonesia Open 2018 setelah terjadi all-Indonesian semifinal yang terjadi hari ini di Istora Senayan, Jakarta. Tiket final tersebut diperoleh dari nomor ganda campuran dan ganda putra.

Unggulan pertama ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, bakal berjumpa junior mereka, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Sedangkan unggulan utama ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, menghadapi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang membuat kejutan ketika menang atas juara dunia dari China, Zhang Nan/Liu Cheng, dengan skor 21-18, 18-21, 25-23.

Fajar/Rian semakin menambah keunggulan dalam rekor pertemuan dengan peraih gelar Juara Dunia 2017 tersebut dengan skor 2-0. Pasangan masa depan Indonesia ini mengungkapkan kunci kemenangan mereka.

“Waktu match point 20-19, kami ada keyakinan yang penting satu demi satu demi satu poin. Pada gim kedua mereka mengubah permainan. Zhang/Liu kan pemain ganda campuran, mereka bermain dengan tipe ganda campuran dan ini membuat kami tidak enak mainnya, kami kurang siap di bola-bola depan,” kata Fajar dikutip dari Badmintonindonesia.org.

Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo_PBSI

“Waktu empat kali match point pada gim ketiga, kami nggak mikir menang atau kalah, tapi fokus satu-satu. Dukungan suporter tentunya berpengaruh, mental lawan seperti agak down,” tambahnya.

“Menurut saya dalam pertandingan tersebut siapa yang lebih siap dan berani, dia yang akan menang,” tutur Rian.

Selanjutnya, mereka melawan Marcus/Kevin. Ini akan menjadi pertemuan pertama mereka dalam turnamen resmi. Meskipun Marcus/Kevin lebih diunggulkan, Fajar/Rian tetap optimistis.

“Marcus/Kevin kecepatannya luar biasa, speed dan power bagus. Kami sering bertemu dalam latihan. Kapan lagi bisa lawan Marcus/Kevin, apalagi di rumah sendiri. Pokoknya siapa yang siap, pasti bisa, tidak ada yang tidak mungkin,” kata Fajar.

Comments