Usai sabet emas Olimpiade 2016, Marin sulit jaga motivasi

Carolina Marin mengaku dirinya kesulitan menjaga motivasi usai meraih medali emas Olimpiade Rio 2016. Pebulu tangkis tunggal putri asal Spanyol ini pun kian terpuruk karena cedera paha usai pesta olahraga tersebut.

Dalam 20 bulan terakhir, Marin hanya meraih satu gelar superseries dalam turnamen Japan Open pada September tahun lalu. Ini membuat Marin kehilangan status sebagai pemain nomor satu dunia dan kini menempati ranking keenam BWF.

Meskipun demikian, Marin secara perlahan mulai bangkit dari keterpurukan. Dia merasa bisa kembali ke performa seperti tahun 2015 ketika memenangi gelar kedua World Championships dan lima titel superseries.

“Setelah memenangi segalanya, sulit untuk menemukan kembali motivasi. Hal itu diperburuk lagi dengan beberapa cedera yang saya alami. Namun, saya dalam kondisi terbaik sekarang dan merasa bisa mulai meraih kemenangan,” ujar pemain kidal ini seperti dikutip dari The Star.

“Saya perlu menetapkan target agar tetap relevan. Itulah mengapa saya ingin memenangi gelar ketiga World Championships pada tahun ini.”

World Championships akan berlangsung di Nanjing, China, 30 Juli hingga 5 Agustus. Marin pernah dua kali menjadi juara event bergengsi tersebut pada edis 2914 di Kopenhagen, Denmark, serta 2015 di Jakarta. Tahun lalu di Glasgow, Skotlandia, langkah Marin terhenti pada babak perempat final.

Comments