Lin Dan masih mainkan peranan penting di China

Lin Dan

Lin Dan tak pernah tampil sejak babak knock-out hingga China menjadi juara Piala Thomas 2018. Ini menimbulkan kesan pemain kidal tersebut minim kontribusi bagi negaranya untuk meraih gelar ke-10 turnamen beregu putra nan bergengsi itu.

China menjadi juara setelah mengalahkan Jepang 3-1 pada laga final di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Minggu (27/5/2018). Ganda kedua, Li Junhui/Liu Yuchen, menjadi penentu ketika menang pada partai keempat.

Dengan demikian, Lin Dan hanya selalu menjadi penonton sejak babak perempat final hingga China mengangkat trofi tersebut. Mereka menang 3-0 atas Taiwan pada perempat final, kemudian mengalahkan Indonesia 3-1 pada semifinal sebelum menang 3-1 atas Jepang.

Minimnya kontribusi Lin Dan, yang menjadi pemain utama ketika China meraih lima gelar Piala Thomas secara beruntun pada 2004, 2006, 2008, 2010 dan 2012, tak lepas dari statusnya sebagai tunggal ketiga di bawah Chen Long dan Shi Yuqi.

Mengenai fakta tersebut, pelatih kepala China, Xia Xuanze, memberikan klarifikasi. Dia tak memungkiri Lin Dan tak bisa bermain karena China selalu menang sebelum sang pemain turun.

“Lin Dan tidak memainkan peran besar pada Piala Thomas 2018 karena sebagian besar pertandingan terhenti sebelum dia bermain. Namun bukan berarti ini menjadi penampilan terakhirnya karena dia akan terus memainkan peran penting bagi China,” ujar Xuanze dikutip dari The Star.

Kini, setelah mengakhiri penantian selama enam tahun untuk kembali merengkuh gelar Piala Thomas, China mengalihkan fokus menghadapi Asian Games 2018 di Indonesia, 18 Agustus-2 September. Lin Dan, yang sudah enam kali meraih gelar Piala Thomas, masih akan tetap diharapkan mempersembahkan medali.

Comments