Susy Susanti apresiasi perjuangan tim Piala Uber

Chris Broussard shares why LeBron James is going to ‘play differently’ for the Lakers

Langkah tim Piala Uber Indonesia terhenti pada babak perempat final. Thailand menjadi sandungan bagi Greysia Polii dan kawan-kawan karena tim Negeri Gajah Putih tersebut menang 3-2 dalam laga di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Kamis (24/5/2018).

Meski begitu, manajer tim Piala Thomas-Uber Indonesia, Susy Susanti, tetap mengapresiasi penampilan para atlet putri.

“Hari ini secara keseluruhan anak-anak sebenarnya sudah tampil luar biasa karena di atas kertas, Thailand masih di atas, baik dari seeded dan ranking. Apalagi, mereka juga memiliki tiga pemain tunggal yang cukup kuat. Kalau mau ambil poin di dua ganda dan satu tunggal,” ujar Susy dikutip dari Badmintonindonesia.org.

Indonesia sebenarnya memiliki peluang lolos ketika sempat unggul 2-1. Greysia/Apriyani Rahayu menyamakan skor sebelum tunggal kedua, Gregoria Mariska Tunjung menang dan membuat Thailand berada di bawah tekanan.

“Sayang, pada ganda kedua justru terbebani ketika kita sudah di atas angin. Mereka tertekan, main nggak lepas dan tegang. Lawan juga makin bagus bermain. Faktor tuan rumah juga membuat lawan lebih percaya diri.” ujar Susy.

“Itu namanya permainan, buat saya anak-anak sudah tampil bagus. Perlawanan kita sudah cukup ketat dan itu yang bisa kami berikan. Memang sudah sesuai target dan prediksi, paling tidak lolos ke delapan besar.”

Susy, yang menjadi pahlawan Indonesia ketika meraih gelar Piala Uber 1994 dan 1996, juga menambahkan bahwa pertandingan melawan Thailand bisa menjadi pembelajaran untuk para atlet putri. Diharapkan, mereka lebih berkembang setelah kegagalan ini.

“Ini menjadi evaluasi dan pembelajaran buat anak-anak. Ada yang baru pertama main di Piala Uber, untuk senior ada yang bagus, beberapa ada juga yang kurang,” ujar Susy.

Thailand meraih poin dari tunggal pertama, Ratchanok Intanon, yang menang atas Fitriani. Setelah itu, Indonesia mendapat poin dari partai kedua (Greysia/Apriyani) dan ketiga (Gregoria). Namun dalam dua partai berikutnya, Indonesia gagal menambah poin karena Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dan Ruselli Hartawan kalah.

Comments