Andai lawan Indonesia, Malaysia incar poin dari tunggal ketiga

Tim Piala Thomas Malaysia berada di grup yang berbeda dengan Indonesia pada putaran final turnamen beregu putra tersebut yang akan bergulir di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei. Malaysia berada di Grup D sedangkan Indonesia di Grup D.

Meskipun demikian, bukan berarti dua negara bertetangga itu tidak akan bertemu. Mereka justru berpotensi saling berjibaku pada fase knock-out jika berhasil melewati rintangan selama penyisihan grup.

Andai bertemu, Malaysia sudah memiliki skenario untuk meraih kemenangan. Mantan pemain spesialis ganda putra Malaysia, Razif Sidek, mengatakan bahwa negaranya harus bisa mencuri satu poin dari sektor terkuat Indonesia karena dia optimistis, Malaysia bisa mendulang dua angka dari sektor tunggal.

Lee Chong Wei akan menjadi andalan pada sektor tersebut. Mantan pemain nomor satu dunia berusia 35 tahun ini akan didukung Lee Zii Jia, Iskandar Zulkarnain Zainuddin dan Leong Jun Hao.

“Chong Wei harus memberi Malaysia poin pertama karena dia lebih berpengalaman. Ada peluang untuk memenangkan tunggal putra ketiga. Iskandar atau Jun Hao mungkin bisa bermain, tetapi Iskandar lebih berpengalaman karena pernah berlaga pada putaran final sebelumnya,” ujar Razif seperti dikutip dari The Star.

Indonesia akan mengandalkan barisan pemain muda yang rata-rata berusia 20 tahun pada sektor tunggal putra. Ada Jonatan Christie (20 tahun), Anthony Ginting (22), Ihsan Maulana Mustofa (22) dan Firman Abdul Kholik (20).

Razif tak memungkiri, sektor ganda bakal menjadi milik Indonesia. Ganda putra terbaik dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, akan sangat sulit dikalahkan, begitu juga dengan pasangan senior, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang pernah menjadi juara dunia pada 2013 dan 2015.

“Indonesia terlihat sangat kuat pada sektor ganda. Berdasarkan penampilan terbaru, pasangan Marcus/Kevin tak terkalahkan,” ungkap Razif, yang masuk skuad Malaysia ketika juara Piala Thomas 1992.

“Mereka akan menjadi lawan sangat sulit bagi pasangan terbaik kami V Shem/Wee Kiong. Mereka harus menghapus apa pun berbedaan di antara mereka untuk memberikan yang terbaik bagi negara.”

Comments