Kiat John Isner raih gelar prestisius perdana

Final Miami Open yang berlangsung 2 ½ jam, Minggu (1/4) menjadi momen berharga bagi John Isner. Petenis 32 tahun yang berhadapan dengan Alexander Zverev memenangkan gelar prestisius perdana sepanjang karirnya. Memenangkan Miami Open di Crandon Park merupakan kemenangan tingkat pertamanya dalam 14 tahun karirnya.

Isner yang terpaut usia 12 tahun lebih tua ketimbang berhasil membuat tiga ace berturut-turut untuk menyelesaikan perlawanan petenis No 4 dunia dengan 6-7 (4), 6-4, 6-4. Final yang spektakuler bagi Isner. Bagaimanapun, ia adalah aktor utama dalam pertandingan terlama dalam sejarah tenis. Seorang spesialis dalam bermain tiebreak, Isner telah bekerja keras dan lama. “Mungkin kamu bisa memberitahuku bagaimana jika merasa ingin menang di sini,” kata Zverev berbicara kepada Isner usai dikalahkan. 

Jawaban Isnerpun singkat. Ia hanya berusaha untuk se-rilex mungkin. “Pada set kedua, saya menemukan angin kedua dan merasa jauh lebih baik,” kata Isner. “Untuk menang seperti itu, dengan kerumunan seperti itu, kamu tidak bisa meniru begitu saja,” jelas John Isner. Isner sempat kelelahan pada set kedua. Ia kemudian mengganti bajunya dengan yang berwarna kuning. Seolah mendapatkan energi baru, petenis Amerika Serikat itu akhirnya bisa memenangi game kesembilan.

Isner sendiri cukup terpukau dengan penampilan Zverev. “Saya tidak pernah membayangkan saya bisa memainkannya dalam pertandingan seperti ini. Sungguh gila bagi Sasha dan saya untuk berbagi lapangan di final tunggal terakhir turnamen,” jelas Isner. John Isner mengingat Zverev sebagai anak kecil yang terus-menerus membuntuti kakaknya, Mischa yang berada dalam satu tempat pelatihan yang sama dengan Isner. Zverev berkembang pesat dan sudah mengoleksi dua gelar Masters.

Penantian Isner untuk mengibarkan trofi bergelar Masters 1000 juga merupakan penantian yang cukup lama. Dia muncul di tiga final sebelumnya tetapi harus tersingkir. Isner juga tercatat sebagai semifinalis pada lima kesempatan lain di kejuaraan bertajuk Masters, termasuk dua tahun lalu. Tapi peluangnya tampak menurun saat 2018 berlangsung. Di luar Piala Davis, Isner hanya memiliki satu kemenangan tahun ini sebelum Miami. 

Isner adalah orang Amerika pertama yang memenangkan turnamen Miami Open sejak Andy Roddick pada tahun 2010. Catatan yang membanggakan untuk Amerika Serikat setelah gelar tunggal putri juga jatuh ke tangan petenis AS, Sloan Stephens. Keduanya memenangkan gelar tak terlupakan sebagai gelar terakhir Miami Open di Crandon Park, dimana tahun depan lokasinya pindah ke Hard Rock Stadium.

Comments