Piala Dunia 1958, Lahirnya sang bintang 17 tahun

Pele, Piala Dunia 1958 (FIFA.com)

Fakta Piala Dunia 1958

Tuan rumah: Swedia
Waktu penyelenggaraan: 8-29 Juni 1958
Juara: Brasil
Top scorer: Just Fontaine (Prancis-13 gol)

Partai final: Brasil 5-2 Swedia

Pele menjadi bintang lapangan dalam partai puncak untuk membawa Brasil meraih gelar pertama Piala Dunia. Dia menyita perhatian karena melesakkan dua gol pada menit ke-55 dan 90.

Brasil sempat tertinggal karena Nils Liedholm membawa Swedia memimpin pada menit keempat. Namun hanya lima menit berselang, Vava menyamakannya dan pemain yang sama membuat Selecao berbalik memimpin pada menit ke-32, disusul gol Pele dan Mario Zagallo (68′) untuk membuat skor menjadi 4-1.

Pada menit ke-80, Agne Simonsson sempat membuat Swedia memangkas jarak untuk mengubah skor menjadi 4-2, tetapi Pele kembali membuat Brasil menjauh lewat golnya pada menit ke-90. Alhasil, tuan rumah harus menerima kenyataan pahit karena kalah 2-5 dalam final yang berlangsung di Stadion Rasunda, Solna.

Statistik

Tim: 16
Pertandingan: 35
Jumlah gol: 126
Penonton: total 819.810 (rata-rata 23.423 per pertandingan)

Trivia:

– Pemain bintang Brasil, Pele, masih berusia 17 tahun ketika tampil dalam partai final. Dia menjadi pemain termuda yang melakukan hal tersebut.

– Just Fontaine, yang mencetak 13 gol bagi Prancis, masih menjadi pemegang rekor jumlah gol dalam satu turnamen.

– Asosiasi Sepak Bola Irlandia Utara mengatakan kepada skuad mereka bahwa ada pelanggaran terhadap hukum Irlandia ketika memainkan dua pertandingan putaran pertama pada hari Minggu. Setelah muncul protes dari para pemain, FA mengalah.

– Hongaria hanya mempertahankan tiga pemain dari skuad mereka yang tampil pada final 1954. Kebanyakan dari mereka yang memilih untuk melarikan diri dari negaranya setelah invasi Rusia pada 1956.

– Ini merupakan satu-satunya momen di mana empat negara yang tergabung dalam persemakmuran Inggris (Inggris, Wales, Irlandia Utara, Skotlandia) lolos ke putaran final Piala Dunia.

– Argentina, yang menempati posisi juru kunci dalam penyisihan grup, mendapat sambutan yang sangat buruk ketika kembali ke negaranya. Para pemain dilempari sampah ketika tiba di Buenos Aires.

Comments