Marquez: “Saya tidak pernah berpikir cederai lawan”

“Dalam karir saya, saya tidak pernah, tidak pernah, tidak pernah berpikir untuk mencederai rider lain”. Inilah pernyataan tegas Marc Marquez menyusul insiden yang terjadi di MotoGP Argentina.

Tiga penalti yang dilakukan Marquez di GP Argentina membuatnya menuai serangkaian kritik. Termasuk Valentino Rossi yang terang-terangan menuduh Marquez sengaja untuk membuat celaka dirinya dengan menabrak motor.

(Photo by Dan Istitene/Getty Images)

“Apa yang terjadi dengan Valentino adalah sebuah kesalahan. Ini adalah konsekuensi dari trek yang sulit. Tapi apa yang Rossi katakan tentang saya sama sekali tidak benar,” ujar Marquez membela diri.

Marquez juga membela diri dengan upayanya di lintasan 13.  “Maksud saya, saya ada di sudut. Anda perlu memahami kondisi lintasan. Tentu saja jalurnya kering, tapi saya menabrak sepetak jalan basah, mengunci bagian depan, melepaskan rem – oke saya punya kontak (dengan Rossi), tapi saya mencoba untuk berbalik, dan kemudian ketika saya melihat dia jatuh, saya hanya mencoba untuk mengatakan maaf,” jelas Marquez. Ia juga menambahkan bahwa balap di Argentina bukanlah hal yang mudah.

Marquez menolak disamai kejadian di GP Argentina dengan Sepang 2015. “Sejujurnya saya tidak peduli, saya hanya fokus pada motor saya dan saya tahu apa yang terjadi. Tentu saja hari ini saya melakukan beberapa kesalahan – beberapa kesalahan itu berasal dari Race Direction dan beberapa di antaranya dari saya sendiri,” tambahnya.

Tidak ingin beresiko lagi

Marquez juga menargetkan tahun ini untuk lebih menghindari resiko. Musim lalu, ia tercatat 27 kali jatuh dalam selama musim 2017 berlangsung. “Tahun ini saya berusaha menghindari risiko, menghindari kecelakaan,” ujar Marquez. Marquez menerima tiga penalti terpisah dalam rangkaian kecelakaan dan kontroversi di GP Argentina.

Penalti lainnya dimulai saat rider Spanyol itu melompat dari motornya dan berhasil membuka mesin motornya sendiri. Setelah pertukaran cepat dengan para teknisi, ia kembali ke tempat awal. Namun peraturan MotoGP menyatakan, setiap pengendara yang mengutak atiknya mesinnya di grid atau yang memiliki kesulitan lain harus tetap berada di motor dan mengangkat lengan. Para rider Tidak diizinkan untuk mencoba menunda start dengan cara lain dan rider tidak boleh mengendarai sepeda motor mereka di arah berlawanan dari sirkuit, baik di trek atau di pit lane, kecuali melakukannya di bawah arahan teknisi.

Hukuman pertama dikeluarkan pada lap 6 dari 24, mengakibatkan Marquez turun dari posisi 1 hingga 19.

Comments