NBA All Star: Dwayne Casey, pelatih tim LeBron

Pelatih Toronto Raptors Dwayne Casey serta staf kepelatihannya terpilih sebagai pelatih yang akan memimpin tim LeBron James dalam perhelatan NBA All Star bulan depan. Terpilihnya Casey Senin (29/1) bertepatan dengan kemenangan Toronto Raptors melawan LA Lakers 123-111. Para pemain Raptors langsung memberikan selamat sekaligus siraman air untuk Casey.

Catatan spesial untuk Casey yang baru pertama kali terpilih dari 9 musim karir kepelatihannya itu bersamaan dengan catatan pertama kali pelatih Toronto Raptors menjadi pelatih tim All Star setelah 23 musim.

“Setelah disiram oleh K-Lo (Kyle Lowry) dan semua pemain serta semua kejadian disana, ini adalah kehormatan untuk saya, terutama untuk organisasi Raptors, untuk Larry Tanenbaum, George Cope dan keluarga,” ujar Dwayne Casey said. “Ini semua tentang satu hal yaitu untuk tim,” tambahnya.

Dibawah Dwayne Casey, Raptors sejauh ini melaju dengan catatan 33 kemenangan dan 15 kali kalah, atau menjadi yang terbaik kedua di Wilayah Timur untuk sementara ini. Brad Stevens, pelatih Boston Celtics yang notabene berada di puncak wilayah Timur tidak terpilih karena sudah melatih All Star 2017 lalu.

Kini, Casey bergabung dengan guard Toronto Raptors DeMar DeRozan dan Kyle Lowry sebagai pemain yang masuk dalam skuat NBA All Star.

“Ini keren, Ini adalah sesuatu yang selama beberapa tahun terakhir ini telah kami perjuangkan. Betapa sebuah prestasi, Anda ingin melihat staf pelatih masuk ke sana dan bisa melatih dalam All Star Game juga. Tujuan saya sejak saya mendapatkan All-Star pertama saya. Anda ingin melihat ke sana dan melihat pembinaan pelatih Anda,” ujar DeMar DeRozan.

Dengan format baru yang mengatur dua tim All-Star yang dipilih oleh kapten dari dua wilayah yaitu tim LeBron James dari Cleveland Cavaliers dan Golden State Warriors dengan Stephen Curry, artinya Dwayne Casey akan melawan para pemain backcourt Raptors. Pasalnya DeRozan dan Lowry berada ada di Tim Stephen.

Terlepas dari itu Toronto Raptors merayakan yang pertama dalam sejarahnya.

“Ini juga untuk para pemain,” kata Casey. “Kami masih memiliki banyak bola basket untuk dimainkan, dan kami tidak akan kehilangan fokus pada tujuan kami maju. Namun ini adalah sebuah kehormatan bagi program ini,” tambah Casey.

Comments